Forum Konsultasi Publik (FKP) dihadiri oleh Camat Tembelang, Kapolsek Tembelang, Danramil 0814-03/Tembelang, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tembelang, perwakilan Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tembelang, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), seluruh Kepala Desa, serta Ketua Tim Penggerak PKK desa di wilayah kerja Puskesmas Jatiwates.

Kepala Puskesmas Jatiwates menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan salah satu bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang bertujuan melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam proses penyelenggaraan pelayanan publik.

"Forum Konsultasi Publik bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang komunikasi yang terbuka antara penyelenggara layanan dengan masyarakat. Melalui forum ini kami berharap dapat memperoleh masukan yang konstruktif sebagai dasar peningkatan mutu pelayanan kesehatan sehingga pelayanan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ungkap Kepala Puskesmas Jatiwates.

Pada pelaksanaan FKP tahun ini, terdapat empat agenda utama yang menjadi fokus pembahasan. Agenda pertama adalah penyusunan dan penerapan standar pelayanan, sebagai bentuk komitmen Puskesmas dalam memastikan seluruh jenis layanan memiliki standar yang jelas, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Agenda kedua membahas evaluasi kebijakan dan layanan, yang bertujuan meninjau efektivitas berbagai program dan pelayanan yang telah dilaksanakan. Evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan langkah-langkah perbaikan agar pelayanan kesehatan semakin berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, forum membuka ruang dialog melalui agenda pengaduan dan solusi masyarakat. Pada sesi ini, seluruh peserta diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi, kritik, saran, maupun berbagai permasalahan kesehatan yang ditemui di wilayah masing-masing. Berbagai masukan tersebut dibahas bersama sebagai upaya mencari solusi yang dapat dilaksanakan secara kolaboratif melalui dukungan lintas sektor.

Agenda terakhir membahas pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebagai instrumen untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan Puskesmas. Hasil survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus acuan dalam menyusun inovasi dan strategi peningkatan pelayanan secara berkelanjutan.

Selain menjadi forum konsultasi publik, kegiatan ini juga dipadukan dengan Lokakarya Mini Lintas Sektor yang selama ini menjadi media koordinasi rutin antara Puskesmas dan seluruh sektor pendukung pembangunan kesehatan. Melalui forum tersebut dibahas berbagai capaian program kesehatan, permasalahan yang dihadapi di lapangan, serta rencana tindak lanjut yang memerlukan dukungan lintas sektor.

Camat Tembelang dalam kesempatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan Forum Konsultasi Publik yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan mitra kerja.

"Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak dapat diwujudkan oleh Puskesmas sendiri. Diperlukan sinergi dan komitmen seluruh lintas sektor agar setiap program kesehatan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik yang dikolaborasikan dengan Lokakarya Mini Lintas Sektor, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mewujudkan pelayanan publik yang semakin profesional, akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Puskesmas Jatiwates berkomitmen untuk terus membuka ruang partisipasi masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima. Masukan, saran, dan evaluasi dari seluruh pemangku kepentingan akan menjadi landasan penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin mudah diakses, berkualitas, dan sesuai dengan harapan masyarakat.